Tim DVI Polri Berhasil Identifikasi 124 Jenazah Korban Gempa Bumi Cianjur

Tim DVI Polri Berhasil Identifikasi 124 Jenazah Korban Gempa Bumi Cianjur
Lihat Foto

WJtoday, Cianjur - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri terus bekerja mengidentifikasi korban tewas akibat gempa Cianjur. Hingga saat ini sudah ada 131 kantong jenazah yang diterima.

Kabid DVI Rodokpol Pusdokkes Polri Kombes drg Ahmad Fauzi mengatakan dari 131 kantong jenazah yang sudah diterima, 130 kantong jenazah berisi jenazah utuh.

"Kami juga menerima satu kantong jenazah berisi body part atau bagian tubuh, sehingga total yang diterima itu 131 kantong jenazah," ujar Ahmad saat konferensi pers Operasi DVI gempa bumi Cianjur di RSUD Sayang, Cianjur, Kamis (24/11/2022).

Ahmad mengatakan hingga Rabu (23/11) pihaknya sudah mengidentifikasi sebanyak 123 jenazah. Jenazah itu kemudian diserahkan ke pihak keluarga masing-masing.

"Sedangkan pada Kamis ini, Tim DVI telah berhasil mengidentifikasi lagi satu jenazah dengan nomor PM062022 Cianjur 117. Cocok dengan data antemortem nomor 63. Teridentifikasi sebagai Nining, wanita 64 tahun, dengan alamat Sarampad, RT 01/02, Kecamatan Cugenang, Cianjur. Teridentifikasi berdasarkan sidik jari dan catatan medis," ucap Ahmad.

Ahmad menyebut saat ini masih ada enam jenazah yang masih menunggu kelengkapan data antemortem. Kemudian ada satu jenazah berbentuk body part masih menunggu pemeriksaan lebih lanjut berupa tes DNA.

"Sehingga total hasil pemeriksaan sampai saat ini, jumlah jenazah yang berhasil teridentifikasi sebanyak 124 jenazah. Sisa 6 menunggu antemortem, dan 1 lagi menunggu tes DNA," ujar Ahmad.

Ahmad mengatakan bagi keluarga yang masih kehilangan anggota keluarganya, bisa melapor ke posko pencarian orang hilang, posko antemortem DVI di bagian forensik RSUD Sayang, Cianjur.

"Keluarga diminta membawa data korban berupa kartu keluarga, rekam medis gigi, serta foto terakhir korban. Kemudian untuk pengambilan sampel DNA antemortem korban diharapkan orangtua kandung atau anak kandung korban yang hadir guna diambil sampel DNA-nya," ungkap Ahmad.***