Update Covid-19 Nasional: Belum Ada Penurunan Signifikan, Bertambah 609 Kasus Baru

Update Covid-19 Nasional: Belum Ada Penurunan Signifikan, Bertambah 609 Kasus Baru
Update Covid-19 Nasional: Belum Ada Penurunan Signifikan, Bertambah 609 Kasus Baru
WJtoday, Jakarta - Pemutakhiran jumlah kasus positif virus corona (Covid-19) di Indonesia dilaporkan masih belum ada penurunan signifikan, bertambah lagi sebanyak 609 kasus baru.

Dengan demikian, per Selasa (2/6/2020), total sudah mencapai 27.549 kasus. Dari jumlah tersebut, pasien yang dinyatakan sembuh 7.935 orang dan 1.663 orang lainnya meninggal dunia. 

Berdasarkan situs resmi pemerintah covid19.go.id., dilaporkan pula pasien sembuh hari ini bertambah 298 orang sehingga jumlah totalnya mencapai 7.935. Kasus positif bertambah 609 orang.

Selain itu, kasus meninggal meningkat sebanyak 22 orang. Totalnya 1.663 orang meninggal.

Sehari sebelumnya, Senin (1/6/2020), kasus Covid-19 mencapai 26.940 kejadian, dengan 7.637 orang dinyatakan sembuh dan 1.641 orang lainnya meninggal dunia.


Kasus positif Covid-19  di Indonesia masih terus bertambah hingga akhir Mei. Padahal Presiden Joko Widodo ingin kurva kasus Covid-19 menurun di bulan Mei.

Meski demikian, pemerintah sudah mewacanakan penerapan tatanan hidup baru atau new normal. Bakal ada kebijakan agar masyarakat kembali beraktivitas di tengah pandemi corona, namun ada protokol kesehatan yang wajib dipatuhi.

Untuk Provinsi Jawa Barat  (Jabar), gubernur  Ridwan Kamil menjelaskan akan lakukan penerapan tatanan normal baru (new normal) akan dilakukan secara bertahap di 15 kabupaen/kota di wilayahnya.

Emil, sapaan akrabnya, mengutarakan ada 60 persen atau sekitar 15 daerah yang diizinkan untuk menerapkan tatanan normal baru. Di antaranya, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Ciamis, Cianjur, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Garut, Kabupaten Kuningan, Majalengka, Pangandaran, Purwakarta, Sumedang, Kabupaten Tasikmalaya, Kota Banjar, Kota Cirebon, kota Sukabumi, dan Kota Tasik.

Namun Emil meminta agar masyarakat tidak berlebihan menyambut pelaksanaan kebijakan ini.

"Jadi masyarakat jangan euforia dulu bahwa pada saat normal baru nanti di umumkan di 15 daerah oleh Bupati atau Walikota. Karena memang akan dilakukan secara bertahap," ujar Emil saat konfrensi pers di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Jumat (29/5/2020).  ***