WHO Tetapkan Penyebaran Covid-19 di Jawa-Bali Masuk Kategori Level 2

WHO Tetapkan Penyebaran Covid-19 di Jawa-Bali Masuk Kategori Level 2
Lihat Foto

WJtoday, Jakarta - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyoroti catatan 143.405 kasus akumulatif COVID-19 di Indonesia selama sebulan terakhir. Penambahan kasus COVID-19 tertinggi dilaporkan 16 November dengan total 8.486 pasien.

Angkanya meningkat 84,3 persen dibandingkan penambahan kasus pada periode yang sama bulan Oktober. Sementara angka kumulatif kematian COVID-19 di lebih dari sebulan terakhir tercatat sebanyak 999 orang, catatan penambahan kematian COVID-19 tertinggi terjadi di 14 dan 16 November yakni 54 jiwa.

Laporan WHO Situation Report yang dirilis 22 November itu juga menyinggung insiden kasus tingkat nasional terus melonjak selama lima pekan terakhir. Pasalnya, tren kenaikan nyaris dilaporkan di sebagian besar wilayah Indonesia, terkecuali di wilayah Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.

''Pada 20 November, insiden kasus per 100.000 penduduk adalah 15,0 di tingkat nasional; peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan insiden kasus sebelumnya di 4,1 pada laporan WHO per Oktober,'' tulis WHO dalam laporannya, dikutip Jumat (25/11/2022).

Artinya, secara nasional kasus COVID-19 masih berada di level 1 yakni kurang dari 20 per 100 ribu penduduk. Jika dirinci lebih lanjut, insiden kasus di Jawa Bali sebenarnya sudah di atas level 1 dalam penularan atau transmisi komunitas.

WHO mencatat insiden kasus Jawa Bali yakni 22,5 per 100 ribu penduduk yang artinya masuk kategori level 2 lantaran level transmisi komunitas melampaui 20. Sementara Sumatera di 68,3 per 100 ribu penduduk yakni berada di level 3. Level 3 menurut WHO terjadi saat suatu wilayah melaporkan insiden kasus di 50 hingga kurang dari 150 per 100.000 penduduk.

Pulau Kalimantan relatif lebih rendah yaitu 11,6 per 100 ribu penduduk. Terakhir, Nusa Tenggara-Maluku-Papua mencatat insiden kasus 5,2 per 100 ribu penduduk.

Catatan lebih rinci yakni sebagai berikut:
- Jawa Bali: insiden kasus 22,5 per 100.000 penduduk (Level 2)
- Sumatera: insiden kasus 68,3 per 100.000 penduduk (Level 3)
- Kalimantan: insiden kasus 11,6 per 100.000 penduduk (Level 1)
- Nusa Tenggara-Maluku-Papua: insiden kasus 5,2 per 100.000 penduduk (Level 1).***