Ahli Ungkap Kecerdasan Buatan Bisa Akhiri Umat Manusia dalam Lima Cara, Apa saja?

Ahli Ungkap Kecerdasan Buatan Bisa Akhiri Umat Manusia dalam Lima Cara, Apa saja?
Lihat Foto

WJtoday, Jakarta - Dari Terminator hingga The Matrix, kehadiran robot pembunuh dalam dunia fiksi ilmiah telah menjadi momok menakutkan. Namun, seiring dengan kemajuan teknologi, pertanyaan mengenai potensi kecerdasan buatan (AI) untuk mengancam keberlangsungan umat manusia menjadi semakin serius.

Ben Eisenpress, Direktur Operasi di Future of Life Institute, memberikan peringatan bahwa kita mungkin telah meremehkan semua risiko bencana yang bisa ditimbulkan oleh AI. Menurut Eisenpress, ada lima cara di mana AI bisa membawa akhir dari umat manusia:

Kecerdasan Buatan Pemberontak
Ada kekhawatiran bahwa kita bisa menciptakan AI begitu kuat sehingga manusia kehilangan kendali atasnya, menyebabkan konsekuensi yang tidak terduga. Peningkatan pesat dalam pengembangan AI telah membuat skenario ini tidak lagi tampak mustahil.

Senjata Biologi
Meskipun AI itu sendiri mungkin bukan ancaman langsung, teknologi ini bisa mempercepat penemuan senjata biologis dan senyawa beracun. Dengan AI, kelompok teroris mungkin dapat dengan mudah menciptakan wabah mematikan atau serangan kimia yang merusak.

Kecerdasan Buatan Sengaja Dibiarkan Terlepas
Peristiwa seperti serangan virus NotPetya yang terjadi pada 2017 menunjukkan bahwa penggunaan AI dalam pembuatan senjata siber bisa memiliki konsekuensi yang tidak terduga. Terlepas dari tujuan aslinya, senjata semacam ini bisa menyebabkan kerusakan yang luar biasa luas.

Perang Nuklir
Penggunaan AI dalam sistem pertahanan militer bisa memicu konflik yang lebih cepat dan tak terkendali. Keputusan yang dibuat oleh AI dengan kecepatan yang melebihi kemampuan manusia bisa berujung pada eskalasi perang nuklir yang mematikan.

Penurunan Perlahan
Penyertaan AI dalam sistem-sistem krusial seperti keuangan dan hukum bisa mengakibatkan perlahan-lahan, manusia kehilangan kendali atas dunia mereka. Dalam skenario ini, kita bisa merasa "tertangkap" oleh AI tanpa menyadari apa yang terjadi.

Para ahli menekankan bahwa bahaya yang ditimbulkan oleh AI bukanlah sesuatu yang terjadi hanya di masa depan, tetapi juga sudah berlangsung saat ini. Dengan teknologi yang semakin maju, penting bagi kita untuk mempertimbangkan dengan serius potensi risiko yang terkait dengan penggunaan AI.

Ini adalah peringatan bahwa kita harus memperhatikan perkembangan teknologi secara bijaksana, memastikan bahwa kecerdasan buatan digunakan untuk tujuan yang positif dan tidak membahayakan keberlangsungan hidup umat manusia.***