Ajukan Praperadilan, Archi Bela Pertanyakan Kesahan Penetapan Tersangka Kasus Pencemaran Nama Baik Eddy Hiariej

Ajukan Praperadilan, Archi Bela Pertanyakan Kesahan Penetapan Tersangka Kasus Pencemaran Nama Baik Eddy Hiariej

WJtoday, Jakarta - Archi Bela, Keponakan Wakil Menteri Hukum dan HAM (Wamenkumham) Edward Omar Sharif Hiariej atau Eddy Hiariej menggugat Bareskrim Polri terkait sah atau tidaknya penetapan tersangka dirinya di kasus pencemaran nama baik Eddy.

Gugatan praperadilan itu teregister dengan nomor perkara 53/Pid.Pra/2023/PN JKT.SEL yang didaftarkan pada Senin, 29 Mei 2023 lalu di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

"Iya benar (Keponakan Wamenkumham ajukan praperadilan)" kata Pejabat Humas Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Djuyamto, Kamis, 1 Juni 2023.

Adapun yang menjadi tergugat dalam gugatannya adalah Kepolisian Republik Indonesia Mabes Polri Cq Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri tersebut.

Lebih lanjut, Djuyamto mengatakan nantinya sidang gugatan praperadilan tersebut akan dipimpin oleh Hakim Tunggal yakni Hakim Agung Sutomo.

"(Jadwal sidang perdana) Senin, 5 Juni 2023," ucapnya.

Seperti diketahui, keponakan Wamenkumham Eddy Hiariej, Archi Bela resmi ditahan oleh Direktorat Tindak Pidana Siber (Ditipid Siber) Bareskrim Polri terkait kasus pencemaran nama baik. 

"Klien kami dan hari ini malam ini klien kami ditahan berdasarkan Pasal 27 ayat (3) dan Pasal 35 untuk menjerat klien kami dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara," kata kuasa hukum Archi Bela, Slamet Yuono kepada wartawan di Bareskrim Polri, Kamis, 11 Mei 2023.

Atas penahanan itu, Archi Bela mengancam akan melaporkan balik pamannya.

"Kami akan mengambil langkah-langkah yang menurut kami bisa mendukung klien kami, baik melaporkan balik atau apa pengaduan ke instansi penegak hukum lain," ujar Slamet.***