DPR Tekankan Pentingnya KAI Tingkatkan SOP untuk Optimalisasi Keselamatan dan Pelayanan Penumpang

DPR Tekankan Pentingnya KAI Tingkatkan SOP untuk Optimalisasi Keselamatan dan Pelayanan Penumpang
Lihat Foto

WJtoday, Jakarta - Anggota Komisi VI DPR RI Nevi Zuairina menekankan pentingnya SOP yang komprehensif di PT KAI dan PT Kereta Api Commuter Indonesia, mengingat besarnya jumlah pengguna kereta api yang mencapai 336,47 juta orang hingga November 2023. 

Hal itu disampaikan Nevi saat mengikuti agenda kunjungan kerja Komisi VI DPR RI ke Provinsi Jawa Barat baru-baru ini.

Komisi VI DPR RI membahas langkah-langkah strategis PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan PT Kereta Api Commuter Indonesia dalam meningkatkan standar operasional prosedur (SOP) untuk keselamatan dan kenyamanan penumpang.

Nevi sempat mengutarakan pandangannya tentang persiapan PT KAI menjelang Idul Fitri dan dukungan pemerintah terhadap BIJB Kertajati, termasuk upaya mengundang UMKM terlibat di lingkungan bandara.

“Peningkatan SOP tidak hanya tentang pencegahan kecelakaan, tapi juga tentang memastikan pengalaman perjalanan yang aman dan nyaman bagi penumpang,” ujar Nevi dalam keterangannya, dikutip Sabtu (24/2/2024).

Mengenai Idulfitri, Nevi sangat berharap PT KAI meningkatkan kualitas layanan dengan terus memberikan yang terbaik pada penumpang.

“Kami tidak ingin ada lagi calo tiket atau gangguan kereta. Prioritas kami adalah menyediakan perjalanan yang aman dan nyaman bagi para pemudik,” jelas Politisi Fraksi PKS ini.

Sementara terkait dukungan pemerintah pada BIJB Kertajati ia juga menegaskan, Pemerintah harus berkomitmen penuh dalam mendukung pengembangan infrastruktur dan moda transportasi yang terintegrasi menuju BIJB Kertajati. 

“Hal ini tentunya akan mendorong lebih banyak penggunaan bandara dan menarik investor,” tuturnya.

Menurutnya, manajemen BIJB Kertajati perlu untuk memberikan kemudahan bagi UMKM. 

“Pelibatan UMKM di lingkungan bandara akan memberikan manfaat ekonomi yang signifikan bagi masyarakat lokal dan membantu pertumbuhan ekonomi regional,” tutup Nevi.   ***