Hampir 50 Persen Ibu Hamil di Indonesia Idap Anemia

Hampir 50 Persen Ibu Hamil di Indonesia Idap Anemia
Lihat Foto

WJtoday, Jakarta - Anemia adalah salah satu kondisi yang dapat memicu terjadinya kehamilan berisiko tinggi. Prevalensi anemia pada ibu hamil di Indonesia masih terbilang cukup tinggi.

Spesialis obgyn dr Novan Satya Pamungkas, SpOG, Subsp. KFM mengungkapkan hampir 50 persen dari bumil di Indonesia mengidap anemia. Dia menjelaskan kondisi tersebut ditandai dengan kadar hemoglobin (Hb) yang kurang dari 11 gram/desiliter (g/dL).

Anemia dapat dikategorikan menjadi ringan, menengah, dan berat berdasarkan kadar Hb dalam darah.

"Dia dikategorikan sebagai anemia yang ringan apabila kadar Hb-nya 10,9 g/dL, yang moderate bila Hb-nya 7 sampai 9,9 g/dL, dan berat bila kurang dari 7 g/dL," ujarnya saat ditemui di Jakarta Selatan, Selasa (20/2/2024).

Dampak Anemia pada Ibu dan Janin

dr Novan mengatakan anemia dapat meningkatkan risiko gagal jantung dan kelahiran prematur. Selain itu, anemia juga meningkatkan risiko terjadinya perdarahan pasca melahirkan.

"Karena anemia, kontraksi rahimnya juga menjadi tidak baik sehingga meningkatkan risiko terjadinya perdarahan pasca persalinan," terang dr Novan.

Tak hanya itu, anemia juga dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi.

"Rahimnya mengecil terlambat, dan kalau kontraksinya terganggu, darah nifas akan terkumpul dalam rahim. Darah nifas itu baik untuk pertumbuhan bakteri sehingga akan semakin memudahkan terjadinya infeksi," paparnya.

dr Novan menambahkan anemia juga dapat menyebabkan gangguan menyusui, serta penyumbatan pembuluh darah yang menimbulkan nyeri di tungkai.

Sedangkan pada janin, anemia dapat mengganggu proses tumbuh kembang mereka. Sebab, penyakit tersebut dapat memengaruhi aliran nutrisi untuk janin.

"Karena dia anemia, maka nutrisi janinnya akan kurang, ukurannya kecil, pertumbuhannya terhambat," katanya

Tak hanya itu, ibu hamil yang mengidap anemia juga berisiko tinggi menurunkan penyakit tersebut ke janin yang dikandung.

"Ini juga diturunkan, kalau ibunya anemia maka janinnya juga berisiko mengalami anemia, anemianya ini apabila berlanjut sampai periode batita dan balita, akan sangat memengaruhi kecerdasan si anak," ucap dr Novan.

Karena anemia meningkatkan risiko kelahiran prematur, bayi juga berpotensi mengalami komplikasi akibat prematuritas.***