KPU Undang Penyelenggara Pemilu dari Negara Lain Saksikan Hitung Suara

KPU Undang Penyelenggara Pemilu dari Negara Lain Saksikan Hitung Suara
Lihat Foto

WJtoday, Jakarta - Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengundang penyelenggara pemilu dari negara lain untuk menyaksikan penghitungan suara dalam Pemilu 2024 melalui program kunjungan pemilihan (election visit program).

Ketua KPU Hasyim Asy'ari menjelaskan program ini untuk memberikan kesempatan kepada berbagai pihak dari luar negeri untuk mengikuti perkembangan pemilu di Indonesia.

"Pemilu 2024 ini menjadi kesempatan bagi kita semua, bangsa Indonesia, untuk menunjukkan kepada warga global bahwa Indonesia ini mempraktikkan demokrasi elektoral, tentu saja dengan berbagai dinamikanya. Itu nanti yang akan dijadikan bahan kunjungan dan juga monitoring oleh para undangan atau peserta Indonesia Electoral Visit Program," ujarnya dalam konferensi pers di Gedung KPU, Jakarta Pusat, Senin (12/1/2024).

Hasyim berkata banyak negara yang tertarik mengamati pelaksanaan pemilu di Indonesia. Pasalnya, Indonesia dikenal sebagai negara dengan pelaksanaan pemilu paling besar, paling rumit, hingga paling singkat di dunia.

Ia menjelaskan ada beberapa faktor yang membuat pemilu di Indonesia menarik diamati oleh dunia internasional. Pertama, pemilu di Indonesia menjadi salah satu pemilihan umum terbesar dari sisi jumlah populasi. Pemilu 2024 tercatat akan diikuti oleh 204,8 juta pemilih.

"Pemilu di Indonesia ini kalau dilihat dari segi jumlah populasi termasuk pemilu terbesar di dunia setelah India dan Amerika Serikat. Oleh karena itu, kita termasuk negara yang mempraktikkan demokrasi elektoral terbesar peringkat ketiga dari segi jumlah populasi di dunia," jelasnya.

Kemudian, Hasyim menyebut Indonesia menjadi salah satu dari sembilan negara anggota G20 yang melaksanakan pemilu pada 2024. Menurutnya, pelaksanaan pemilu di Indonesia akan turut mewarnai perkembangan demokrasi dan memberi kontribusi terhadap perkembangan ekonomi global.

"Ketiga, kajian dari pengamat dan ahli pemilu internasional menunjukkan Indonesia sebagai negara dengan pelaksanaan pemilu paling rumit di dunia. Kerumitan ini terjadi sebagai konsekuensi dari pilihan sistem pemilu proporsional dengan daftar calon terbuka," lanjutnya.

Pada pemilu 2024, KPU mengorganisasikan 2.749 daerah pemilihan (dapil) untuk pemilihan presiden-wakil presiden, DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota, dan DPD RI.

Selain itu, pemilu di Indonesia juga dilaksanakan dengan durasi yang sangat pendek. Durasi pemungutan suara di Indonesia dilaksanakan mulai pukul 07.00 hingga 13.00 waktu setempat.***