Tujuh Kecamatan Terdampak Banjir dan Longsor di Kota Bitung Sulut, Ratusan Warga Mengungsi

Tujuh Kecamatan Terdampak Banjir dan Longsor di Kota Bitung Sulut, Ratusan Warga Mengungsi

WJtoday, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan mendorong bantuan operasional berupa Dana Siap Pakai senilai Rp.150 juta untuk penanganan darurat bencana banjir dan tanah longsor di Kota Bitung.

"Selain itu bantuan logistik peralatan berupa peralatan dapur 100 paket, kasur lipat 200 unit, matras 200 lembar, selimut 200 lembar, sembako 300 paket, makanan siap saji 300 paket, perau karet plus mesin satu unit, gergaji mesin lima unit, pompa alkon lima unit, penjernih air portable, light tower dua unit, genset tiga unit dan sabun cair 1.008 botol," papar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan resmi, Selasa (9/4/2024).

Laporan dari Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan bahwa pada pukul 19.08 WIB, tujuh kecamatan telah terdampak. Antara lain, Kecamatan Lembeh Utara, Kecamatan Maesa, Kecamatan Madidir, Kecamatan Girian, Kecamatan Aertembaga, Kecamatan Ranowulu dan Kecamatan Matuwari.

“Berdasarkan pendataan sementara yang berhasil dihipun, sebanyak 550 kepala keluarga atau 1.786 jiwa warga yang berada di tujuh kecamatan tersebut terdampak. Sebagian warga dilaporkan memilih mengungsi ke tempat kerabat yang lebih aman,” ungkap Abdul Muhari.

Sejumlah insfrastruktur, jelasnya turut alami imbas dari kejadian itu, yaitu 437 unit rumah terendam, lima unit rumah rusak berat dan 11 unit rumah rusak sedang. Satu fasilitas pendidikan terdampak dan beberapa akses jalan tertimbun longsor.

Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB melaporkan pada Minggu (8/4) pukul 12.04 WIB, tercatat para pengungsi berada di Gereja Lembah Yarden Mawali, Pasar Trasdisional Pintu Kota, Gereja Gemin Peitel Pintu Kota, SDN Pintu Kota, Pondok Informasi Kelurahan Binuang, Balai Kecamatan Manembo Nembo dan ke rumah kerabat yang lebih aman.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bitung masih berada di lokasi untuk melakukan monitoring, mendirikan tenda posko dan pos lapangan serta melakukan pembersihan sisa material longsor.

Sejumlah unsur lain turut bahu membahu dengan memberikan bantuan berupa pangan dan non pangan bagi warga terdampak.

Guna mempercepat penanganan darurat bencana, Walikota Bitung telah menerbitkan Surat Keputusan Tanggap Darurat Banjir Bandang, Banjir, Longsor dan Angin Kencang selama 14 hari, terhitung 7 sampai 21 April 2024.  ***