Baznas Sumedang Targetkan Himpun Rp30 milyar dari Zakat Fitrah

Baznas Sumedang Targetkan Himpun Rp30 milyar dari Zakat Fitrah
Lihat Foto

Wjtoday, Sumedang - Baznas Kabupaten Sumedang menargetkan 90 persen penghimpunan zakat fitrah tahun ini. Jika target tersebut tercapai, maka penghimpunan diperkirakan lebih dari Rp30 milyar.

"Kalau kami bisa optimal dimana target kami diatas 85 persen hingga 90 persen masyarakat Sumedang menitipkan zakat fitrahnya ke Baznas, insya Allah target RKAT (rencana kerja dan anggaran tahunan) kami bisa lebih tinggi lagi," kata Ketua Baznas Sumedang Ayi Subhan Hafas, dalam keterangannya, dikutip Selasa (27/2/2024).

Ia menggambarkan, pada bulan Ramadan tahun lalu, masyarakat yang menitipkan zakatnya ke Baznas dikisaran 66 persen. Dari jumlah tersebut terhimpun dana zakat fitrah sebanyak Rp26 milyar.

"Bisa dibayangkan kalau 66 persen saja terkumpul Rp 26 milyar, maka kalau sampai 90 persen bisa mencapai lebih dari Rp 30 milyar," sebutnya.

Ayi mengaku optimis penghimpunan zakat fitrah tahun ini akan mencapai target, sebab lebih banyak waktu untuk mensosialisasikan nilai uang untuk pembayaran zakat.

"Kami optimis memenuhi target, karena sekarang kami diberikan waktu yang luang 18 hari menjelang Ramadan, kami akan optimalkan, mensosialisasikan besaran nilai zakat fitrah," ujar Ayi.

Kemudian sambung Ayi, pihaknya juga lebih memasifkan lagi sosialisasi dari manfaat berzakat fitrah melalui UPZ-UPZ di tingkat RW atau masjid-masjid.

"Dengan begitu diharapkan masyarakat bisa sadar untuk bersama-sama membayar zakat melalui lembaga Baznas sampai tingkatan ke bawahnya, sehingga optimalisasi penghimpunan zakat bisa tercapai," tuturnya.

Adapun uang penghimpunan zakat fitrah dari masjid maupun RT RW, akan disalurkan kembali ke warga fakir miskin di lingkungan tersebut. 

"Jadi kami tidak menerima uang hasil zakat, hanya menerima laporan saja berapa uang yang terhimpun, berapa berasnya, berapa jumlah fakir miskin yang dibantu dengan zakat tersebut. Kami hanya laporan ke pemerintah berapa yang terhimpun, dan berapa penerima manfaatnya," tutup Ayi.  ***