Deretan Nama yang Disetujui sebagai Kandidat Pilpres Iran pada 28 Juni

Deretan Nama yang Disetujui sebagai Kandidat Pilpres Iran pada 28 Juni

WJtoday, Jakarta - Otoritas Iran mengumumkan daftar kandidat yang disetujui untuk mencalonkan diri dalam pemilihan presiden yang dijadwalkan digelar pada 28 Juni mendatang. Menariknya adalah mantan presiden Mahmoud Ahmadinejad dan eks ketua parlemen Ali Larijani, tidak masuk dalam daftar tersebut karena didiskualifikasi.

Pemilu mendatang, yang semula dijadwalkan pada tahun 2025, dipercepat karena kematian mendadak Presiden Ebrahim Raisi dalam kecelakaan helikopter pada 19 Mei lalu.

Mengutip Al Arabiya, Senin (10/6/2024), Dewan Wali, sebuah badan ulama dan ahli hukum yang berada di bawah pengawasan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, menyetujui enam kandidat calon presiden, yakni:

1. Ketua Parlemen saat ini Mohammad-Bagher Ghalibaf

2. Mantan perunding nuklir Saeed Jalili

3. Anggota parlemen Masoud Pezeshkian

4. Wali Kota Teheran Alireza Zakani

5. Mantan Menteri Dalam Negeri Mostafa Pourmohammadi

6. Wakil Presiden petahana Amirhossein Ghazizadeh-Hashemi

Dari daftar tersebut, kecuali Pezeshkian yang berafiliasi dengan kubu politik 'reformis' Iran, lima kandidat lainnya dianggap 'konservatif' atau ultrakonservatif'.

Diskualifikasi Puluhan Pendaftar

Awalnya, ada 80 orang warga Iran mendaftarkan pencalonan mereka untuk pemilu 28 Juni. Kandidat paling terkenal adalah mantan presiden Mahmoud Ahmadinejad, yang pada usia 67 tahun, ingin kembali menjadi presiden, posisi yang dipegangnya selama dua periode berturut-turut dari tahun 2005 hingga 2013.

Dengan ini, berarti Ahmadinejad telah didiskualifikasi untuk ketiga kalinya, menyusul kegagalannya dalam pencalonan pada tahun 2017 dan pemilihan presiden 2021.

Ahmadinejad, yang pernah menjadi sekutu favorit Pemimpin Tertinggi Khamenei, tidak lagi disukai pemimpin tertinggi tersebut selama masa jabatan keduanya dan sejak itu dikesampingkan.

Tokoh terkemuka lainnya yang didiskualifikasi adalah Ali Larijani, mantan ketua parlemen yang kini dianggap 'moderat' dalam politik Iran. Larijani juga didiskualifikasi pada pemilu 2021.

Kandidat lain yang didiskualifikasi termasuk mantan gubernur bank sentral Abdolnasser Hemmati, yang juga mencalonkan diri pada tahun 2021 tetapi kalah dari Raisi.

Selama pemilu 2021, yang menghasilkan Raisi menjadi presiden, Dewan Wali juga mendiskualifikasi calon-calon kandidat yang dapat menantang Raisi. Pemilu tersebut mencatat rekor jumlah pemilih yang rendah, yaitu hanya 48,8 persen. Iran selama ini mengandalkan jumlah pemilih untuk menunjukkan legitimasinya.

Di Iran, pemimpin tertinggi, bukan presiden, yang memegang otoritas tertinggi atas semua urusan negara, termasuk kebijakan luar negeri dan program nuklir. Khamenei, 85 tahun, telah menjadi pemimpin tertinggi Iran sejak tahun 1989.***