Ditargetkan Beroperasi H-7 Mudik Lebaran 2023, Menteri PUPR Kebut Penyelesaian Tol Cisumdawu

Ditargetkan Beroperasi H-7 Mudik Lebaran 2023, Menteri PUPR Kebut Penyelesaian Tol Cisumdawu

WJtoday, Jakarta - Menteri Pekerjaaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menargetkan Jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) beroperasi sebelum Lebaran yakni 15 April 2023.

Hal tersebut ia sampaikan saat melakukan peninjauan ke Jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) terkait kesiapannya dalam menghadapi arus mudik Lebaran 2033. Ruas Jalan Tol ini direncanakan akan dibuka fungsional untuk Seksi 4-Seksi 6 (Cimalaka-Dawuan) guna mendukung kelancaran arus mudik.

Maka dari itu, Basuki terus mendorong Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Citra Karya Jabar Tol (CKJT) untuk mempercepat penyelesaian penanganan Jalan Tol Cisumdawu, khususnya pada lokasi yang perlu perhatian pada Seksi 5A dan Seksi 5B.

"Nanti saya minta laporan update sebelum Lebaran, tanggal 15 April," kata Basuki dalam pernyataan tertulisnya, Jakarta, Jumat (31/3/2023).

Jalan Tol Cisumdawu akan dibuka fungsional dalam rangka mendukung arus mudik Lebaran 2023 sepanjang 29,165 Km yang terdiri dari Seksi 4 Cimalaka-Legok (8,2 Km), Seksi 5 Legok-Ujung Jaya (14,9 Km), dan Seksi 6 Ujung Jaya-Dawuan termasuk Junction Dawuan (6,065 Km). 

Pada 15 April 2023, kondisi mainroad pada Seksi 4-Seksi 6 ditargetkan sudah selesai Jalur A dan Jalur B kecuali lokasi yang perlu perhatian khusus yaitu Seksi 5A di Sta 40+200 dan Sta 45+050 serta Seksi 5B di Sta 51+000.

Terhubungnya Jalan Tol Cisumdawu ini akan memberikan peran penting guna memperlancar arus mudik dari arah Tol Cipali menuju Tol Cisumdawu atau sebaliknya. 

Jalan Tol Cisumdawu sebelumnya telah beroperasi Seksi 1 Cileunyi-Pamulihan (11,45 Km) sejak Januari 2022 serta Seksi 2 Pamulihan-Sumedang (17,05 Km) dan Seksi 3 Sumedang-Cimalaka (4,05 Km) yang beroperasi sejak Desember 2022 sekaligus mendukung kelancaran lalu lintas kendaraan selama Nataru 2022/2023.

Jalan Tol Cisumdawu terdiri dari 6 Seksi yang dibangun dengan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Dari keenam Seksi, Seksi 1 dan 2 dikerjakan oleh Pemerintah sebagai bagian dari Viability Gap Fund (VGF) guna menaikkan kelayakan investasi tol tersebut, sementara Seksi 3-Seksi 6 dikerjakan oleh Badan Usaha Jalan Tol PT CKJT.***