Sederet Dampak yang Bisa Terjadi Jika Jarang Mandi!

Sederet Dampak yang Bisa Terjadi Jika Jarang Mandi!
Lihat Foto

WJtoday, Jakarta - Mandi merupakan kegiatan untuk membersihkan tubuh dan harus dilakukan setiap hari. Secara tidak langsung, mandi dapat membersihkan tubuh dari kuman, bakteri, debu, keringat, dan minyak yang menempel di kulit seharian.

Bahkan mandi juga menjadi aktivitas yang menenangkan setelah lelah berkegiatan. Akan tetapi, tak sedikit orang yang malas mandi karena berbagai alasan. Bahkan bisa melewatkan mandi hingga berhari-hari.

Hati-hati, kebiasaan jarang mandi tidak hanya bisa menimbulkan bau badan, tapi ada juga efek lain yang menyertainya loh.

"Jika Anda adalah seseorang yang banyak berkeringat, memiliki riwayat infeksi bakteri, berhasil keluar setiap hari, atau bekerja di lingkungan berisiko tinggi [seperti guru sekolah atau penyedia layanan kesehatan] maka yang terbaik adalah mandi setiap hari," kata dokter keluarga dan pengobatan darurat dr Janette Nesheiwat, M D, dikutip dari Bustle.

Berikut sederet dampak yang bisa terjadi jika jarang mandi.

1. Keringat dan Bakteri akan Bercampur

Meskipun keringat pada dasarnya tak berbau, namun jika bercampur dengan bakteri alami pada kulit dapat menyebabkan bau badan.

Ada dua jenis kelenjar keringat yang dapat menghasilkan berbagai aroma: kelenjar ekrin dan kelenjar apokrin. Kelenjar ekrin ditemukan di seluruh tubuh dan terbuka langsung ke permukaan kulit, sedangkan kelenjar apokrin ditemukan di area dekat folikel rambut, seperti ketiak dan selangkangan.

Kelenjar ekrin mengeluarkan keringat, yang membantu seseorang menenangkan diri. Sementara kelenjar apokrin mengeluarkan cairan berbeda saat seseorang sedang stres. Setelah keduanya bercampur dengan bakteri di kulit, seseorang bisa mendapatkan bau badan.

"Bau badan sebagian disebabkan oleh bakteri yang menghasilkan gas dan bau badan bisa bertambah buruk jika Anda semakin lama tidak mandi," ucap dr Nesheiwat.

2. Muncul Jerawat

Meski ada banyak penyebab jerawat, beberapa orang mungkin tak menyadari bahwa tidak mandi dapat memperburuk jerawat yang dialami.

Ditambah lagi saat tertidur sebelum membersihkan kulit dan tertidur karena kotoran, minyak, dan riasan yang menumpuk sepanjang hari. Kulit wajah yang kotor bisa menyebabkan pori-pori besar tersumbat hingga memicu komedo dan jerawat.

"Jadi meskipun Anda sangat lelah, paling tidak Anda harus mencoba membersihkan kulit dan mandi seperti biasa keesokan harinya. Penyebab dan jenis jerawat berbeda-beda pada setiap orang, jadi jika Anda bingung harus berbuat apa, jangan ragu untuk bertanya pada dokter kulit," kata dr Nesheiwat.

3. Kulit Mati Bisa Menumpuk

Seseorang dapat kehilangan jutaan sel kulit setiap jam. Tanpa pembersihan yang rutin, kulit mati dapat menumpuk di permukaan kulit. Kondisi ini dapat memicu iritasi pada kulit.

"Kulit mati dan lemak secara alami berkumpul di lapisan atas kulit," ujar dr Aishah Muhammad, M D, dokter anak dan pelatih pribadi.

"Jika tidak dicuci, penumpukan ini bisa membuat kulit terasa gatal dan kering," lanjutnya.

4. Infeksi Jamur Bisa Saja Terjadi

Jika kulit tidak mampu mencegah atau melawan bakteri dan jamur jahat, infeksi bisa terjadi. Karenanya, mandi dapat membantu tetap sehat dan mencegah berbagai infeksi.

"Jika tidak dirawat dengan baik dengan mencuci, maka kita memberikan peluang terjadinya infeksi jamur, [seperti] kurap dari matras gym, atau infeksi bakteri [seperti] staph yang mungkin Anda dapatkan di kereta bawah tanah," imbuhnya.

5. Menyebabkan Penyakit

Jarang mandi tak hanya memicu bakteri jahat, tetapi juga menyebabkan penyakit jika kuman yang tidak dibersihkan masuk ke dalam tubuh melalui mata, mulut, atau hidung.

"Dengan tidak mencuci, kemungkinan besar Anda akan memiliki sejumlah bakteri berbeda di tangan dan wajah Anda," kata Muhammad dalam wawancara sebelumnya.

"Hal ini menempatkan Anda pada risiko terkena flu atau infeksi karena mungkin terdapat bakteri dan dapat membuat tubuh Anda melawan efeknya," tuturnya lagi.***