Tertekan Tinggal di Istana, Meghan Markle Pernah Merasa Ingin Bunuh Diri

Tertekan Tinggal di Istana, Meghan Markle Pernah Merasa Ingin Bunuh Diri
Meghan Markle dan Harry saat interview bersama Oprah Winfrey pada Minggu, (7/3). (NY TIMES)
Westjavatoday – Meghan Markle mengatakan bahwa kehidupan di dunia kerajaan penuh tekanan dan sangat merugikan kesehatan mentalnya.

Hal tersebut ia katakan dalam sebuah wawancara bersama Oprah Winfrey pada Minggu, (7/3/2021).

Ia menggambarkan bagaimana kehidupan kerajaan yang dimulai bagaikan dongeng itu secara cepat berubah menjadi suatu hal yang menyesakkan dan juga kejam.

Meghan blak-blakan mengangkat masalah ras dan hak istimewa yang mudah terbakar di eselon paling langka dalam masyarakat Inggris.

Melansir dari laman People,  Duchess of Sussex itu mengungkapkan bahwa dirinya sampai memiliki pikiran untuk menyakiti dirinya sendiri.

"Aku malu mengatakannya pada saat itu dan malu harus mengakuinya kepada Harry. Tetapi aku tahu jika aku tak mengatakannya, maka aku akan melakukannya," kata Meghan.

"Aku hanya tak ingin hidup lagi," lanjutnya.

Meghan mengungkapkan, pikiran itu sangat jelas dan nyata untuknya juga menakutkan dan terjadi secara konstan.

"Aku pikir itu akan menyelesaikan segalanya untuk semua orang," ungkap Meghan.

Duchess of Sussex itu juga mengatakan bahwa setiap lampu theater dimatikan, ia selalu menangis karena keadaannya tersebut.

"Aku pikir sangat penting untuk diingat oleh orang-orang adalah bahwa kamu tidak tahu apa yang terjadi pada seseorang di balik pintu yang tertutup, tidak tahu," kata Meghan.

"Bahkan ketika orang itu tersenyum dan bersinar dengan cahayanya yang paling terang, kamu harus memiliki rasa iba terhadap apa yang sebenarnya bisa terjadi," imbuhnya.

Meghan mengatakan bahwa ia merasa malu karena ia ingin menjadi sosok yang kuat dan tidak menekan Pangeran Harry.

"itu membutuhkan keberanian yang besar untuk mengakui bahwa kamu membutuhkan bantuan," kata dia.

Melansir NY Times, meskipun suaminya sangat prihatin dengan kerapuhan emosionalnya, dan juga mencengkeram tangannya erat-erat di acara publik, upayanya untuk mencari bantuan medis ditolak oleh pejabat istana, karena khawatir akan dampaknya pada monarki.

Meghan menggambarkan dirinya sebagai semacam tahanan di Istana Kensington.

Menurut Harry, mereka memisahkan diri dari kerajaan karena kurangnya dukungan dan perhatian dari keluarganya sendiri, terutama soal rasisme yang dihadapi oleh Meghan dalam liputan berita.

"Tak seorangpun dari keluargaku yang mengatakan apa pun selama tiga tahun itu," kata Harry.

Wawancara kerajaan ini menjadi sebuah wawancara yang paling ditunggu-tunggu sejak ibu Harry, Putri Diana mengatakan pada BBC di tahun 1995 bahwa ada orang ketiga di antara hubungannya dengan suaminya, Pangeran Charles.