backgroud
logo

Bisnis

 

Terdampak Pandemi, Saung Angklung Udjo Bandung Terancam Bangkrut

Terdampak Pandemi, Saung Angklung Udjo Bandung Terancam Bangkrut

 
Terdampak Pandemi, Saung Angklung Udjo Bandung Terancam Bangkrut
Aktifitas Saung Udjo di Masa Pandemi. (instagram)
WJtoday
Jumat, 22 Januari 2021 | 23:11 WIB
WJtoday, Bandung - Salah satu destinasi wisata di Kota Bandung, Jawa Barat, yang kerap dikunjungi wisatawan mancanegara yakni Saung Ankglung Udjo, terancam bangkrut akibat pandemi Covid-19.

Direktur Utama Saung Angklung Udjo Taufik Hidayat mengatakan, selama pandemi covid-19, aktivitas bisnis pariwisata di Saung Angklung Udjo di Jalan Padasuka Atas, Kota Bandung, itu cukup terpuruk. Tak jarang dalam satu pekan tempat itu hanya dikunjungi tak lebih dari 20 orang.

”Bahkan tamunya pernah ibu bapak dan anak kecil tiga orang kemudian pemain 30 orang,” kata Taufik di Bandung, Jumat (22/1).

Dalam kondisi normal, menurut dia, Saung Angklung Udjo mampu menarik pengunjung hingga 2.000 orang per hari. Kondisi pandemi menyebabkan para wisatawan enggan untuk berkunjung karena harus melengkapi sejumlah syarat berkaitan dengan protokol kesehatan.

Selain itu, kata dia, mayoritas pengunjung Saung Angklung Udjo merupakan pelajar dan wisatawan. Namun kedua elemen wisatawan itu selama pandemi dibatasi aktivitasnya.

”Kita 90 persen  pelajar yang rombongan bus dan orang bule. Ini mancanegara dan anak sekolah kan berhenti nih,” tutur Taufik Hidayat.

Akibatnya, dia mengatakan, kini manajemen Saung Angklung Udjo mencatat sudah melakukan pemutusan hubungan kerja kepada 90 persen lebih pegawainya. Dari sebanyak 600 pegawai yang bekerja pada masa normal, kini tersisa 40 orang yang masih bekerja.

”Pengurangan pegawai bukan akan, tapi sudah sebagian bulan-bulan kemarin. Dari 600 sekarang cuma 40 orang,” terang Taufik.

Maka dari itu, dia berharap pemerintah dapat membantu memberi solusi terkait ancaman bangkrutnya Saung Angklung Udjo itu. Dia pun meminta masyarakat lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan.

”Mari kita sadar menjaga protokol kesehatan agar pemerintah tidak sulit mengendalikan. Kalau sudah mengerti kan kita bisa berjalan dan sesuai standar yang bisa disepakati bersama,” kata Taufik Hidayat.***

WJT / agn

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya