Putin Sebut tak Bisa Tolerir Ancaman dari Ukraina

Putin Sebut tak Bisa Tolerir Ancaman dari Ukraina
Lihat Foto

WJtoday, Bandung - Presiden Rusia Vladimir Putin muncul di televisi untuk mengumumkan operasi militer, beberapa waktu sebelum rudal-rudal meluncur di langit Ukraina Kamis pagi (24/2/2022).

Dalam pidato yang disiarkan tepat sebelum pukul 6 pagi waktu Moskow, Presiden Rusia mengatakan dia tidak bisa mentolerir apa yang dia sebut ancaman dari Ukraina.

"Saya telah membuat keputusan operasi militer," sebutnya.

Menyusul akhir pidato singkatnya, yang bertepatan dengan pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB, ledakan dilaporkan terjadi di Kiev, Odessa, kota terbesar ketiga di Ukraina, serta kota Kramatorsk di wilayah Donetsk timur.

Berikut petikan pidato Vladimir Putin saat mengumumkan operasi militer.

"Keadaannya mengharuskan kita mengambil langkah tegas dan cepat. Warga Republik Donbas meminta bantuan dari Rusia dalam halini berdasarkan artikel 51 bagian 7 PBB dengan persetujuan dari Federal Rusia dan berdasarkan kesepakatan ratifikasi pada 22 Februari.

Dan untuk membantu warga Dontesk dan Luhansk saya memutuskan untuk melakukan operasi militer.

Baca juga: Putin Umumkan Operasi Militer Khusus di Ukraina Timur

Tujuannya adalah untuk melindungi warga yang selama 8 tahun menderita akibat serangan dan genosida dari rezim Kiev.

Untuk itu kami akan melakukan melakukan demiliteriasi dan de-Nazifikasi Ukraina dan membawa keadilan terhadap mereka yang telah melakukan kejahatan menumpahkan darah terhadap warga sipil terumasuk warga Rusia

Kami meminta anda semua untuk segera meletakkan senjata dan pulang.

Saya jelaskan semua pasukan Ukraina yang mengikuti permintaan ini bisa bebas pergi dari area militer dan bisa kembali ke keluarganya.

Siapapun yang mencoba menghentikan kami dan mengancam keamanan negara kami, warga kami, harus mengetahui bahwa Rusia akan memberikan respons dengan segera dan bisa menuntun Anda kepada konsekuensi yang tidak pernah anda hadapi sebelumnya sepanjang sejarah.

Kami siap untuk segala kemungkinan. Saya percaya bahwa para pasukan Rusia akan memenuhi tugas mereka secara profesinal dan berani."   ***